13 Maret 2012

RSNU Jombang Diresmikan, Dinkes Diharap Membantu


RSNU Jombang
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang atau Jawa Timur diharapkan bisa membantu sepenuhnya RSNU Jombang sebagai salah satu badan pelayanan yang memberikan kontribusi dalam pembangunan bidang kesehatan.

Demikian salah satu poin sambutan Dr. dr. H.Slamet Riyadi Yuwono, DTM&H, MARS, M.Kes yang mewakili Menteri Kesehatan dalam Peresmian Dan Pembukaan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang, Sabtu (10/03).
Lebih lanjut dia mengatakan “Hendaknya RSNU Jombang nanti bisa memanfaatkan dana kesehatan yang ada, misalnya Jamkesmas, Jampersal dan lainnya”. Menurut Selamet, undang-undang yang mengatur tentang jaminan sosial sudah disahkan, dan nanti setelah Badan Pelaksana Jaminan Sosial, maka mulai 1 Januari 2014, seluruh rakyat Indonesia dikover asuransi.
Hadir dalam acara peresmian dan pembukaan tersebut Gubernur Jawa Timur, DR. Soekarwo, yang berkenan menandatangani prasasti dan melakukan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya ruah sakit hasil gotong royong warga NU tersebut.

Gubernur Minta Ada 'Dokter Spesial Doa' di RSNU Jombang
Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap berdirinya RSNU (Rumah Sakit Nahdlatul Ulama) Jombang benar-benar bermanfaat bagi umat. Ia juga mengusulkan agar RSNU mempunyai 'special wisdom'. Yakni seorang ustad yang khusus memberikan doa kepada pasien. Menurut Pakde, kesembuhan pasien itu bukan hanya disebabkan oleh persoalan medis, namun juga semangat untuk sembuh.

"Nah, dengan adanya doa, maka semangat pasien untuk sembuh itu akan terpacu. Oleh karenanya, tidak ada salahnya di RSNU ini terdapat tim khusus yang bertugas membacakan doa bagi pasien," ujar Soekarwo dihadapan hadirin, Sabtu (10/3/2012).

Soekarwo juga mengatakan, dengan berdirinya RSNU di Jombang, maka ia yakin organisasi Nahdlatul Ulama (NU) akan semakin besar. Alasannya, NU sudah bergerak dalam dua bidang kebutuhan dasar manusia atau basic need. Yakni sektor pendidikan dan kesehatan. Apalafi, menurut Pakde Karwo, kebutuhan akan kesehatan semakin tinggi. Orang pergi ke rumah sakit, sambungnya, bukan hanya untuk berobat. Namun lebih dari itu, kesehatan sudah menjadi life style.

Pakde mencontohkan, seorang yang menderita linu-linu, kalau dulu akan dibiarkan saja. Akan tetapi untuk konteks hari ini, maka orang tersebut akan pergi ke rumah sakit untuk sekedar mengecek penyakit linu-linu tersebut. "Artinya, selain menjadi kebutuhan dasar manusia, kesehatan juga sudah menjadi lifestyle. Semakin tinggi pendapatan manusia, semakin tinggi pula tingkat kebutuhan akan kesehatan," kata pria berkaca mata ini.

Khusus kepada manajemen RSNU, Soekarwo berpesan bahwasannya kemajuan rumah sakit itu 50 persen ditentukan oleh leadership atau kepemimpinan. Selebihnya adalah peralatan kesehatan dan juga protap (prosedur tetap). "Karena itu saya yakin dibawah kepemimpinan dr Bambang Hayunanto Sp.KK, rumah sakit ini akan maju pesat," katanya memberi semangat.

Dalam kesempatan itu, Soekarwo juga menandatangani prasasti sebagai simbol diresmikannya RSNU. Setelah itu, dengan didampingi direktur RSNU Jombang, dr Bambang Hayunanto, orang nomor satu di Jatim ini melihat ruang perawatan satu persatu. Mulai dari ruang KH Wahab Hasbullah, ruang KH Bisri Syansuri, ruang KH Hasyim Asyari, hingga ruang KH Abdurrahman Wahid. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

PBNU serukan kepada pengurus NU dari tingkat wilayah hingga anak ranting untuk menggelar doa bersama untuk Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh yang wafat Jumat (24/1) pukul 01.05 WIB :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email ipnujombang@gmail.com